Dalam pengambilan data suatu getaran, agar hasil data
getaran hal yang demikian mempunyai arti, kita sepatutnya mengenal dengan baik
dulu alat yang akan kita pakai. Berikut ini ada Beraneka Tipe Alat Ukur Getaran
yang lazim digunakan untuk mengukur getaran:
Vibration Meter
Vibration Meter cenderung berbentuk kecil dan ringan
sehingga mempermudah untuk dibawa kemanapun. Alat Ukur Getaran yang satu ini
menerapkan baterai dan dapat mengambil data getaran pada suatu mesin atau benda
dengan kencang.
Vibration Meter terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter
untuk memperlihatkan skor getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch
selector untuk memilih parameter getaran mana yang akan dinilai.
Terdapat dua macam Vibration Meter:
- Mengukur dampak getaran mesin terhadap manusia (Human Vibration)
- Mengukur berapa besar dampak mesin (Portable Vibration Meter)
Metode kerja Alat Ukur Getaran ini adalah dengan merekatkan
Vibration Sensor atau magnetic base nya ke benda atau mesin yang berkeinginan
dinilai, lalu magnetic base akan mengirimkan data melewati kabel ke unit
pembaca. Setelah itu Vibration Meter akan memperlihatkan kuatnya getaran pada
benda atau mesin yang dinilai, sehingga dapat dijalankan tindakan konfigurasi
atau yang pantas dengan skor batasnya.
Vibration Analyzer
Vibration Analyzer mempunyai kecakapan untuk mengukur
amplitudo dan frekuensi getaran yang akan dikaji. Biasanya sebuah mesin
mempunyai lebih dari satu frekuensi getaran yang dimunculkan, frekuensi getaran
yang timbul hal yang demikian akan pantas dengan kerusakan yang terjadi pada
mesin hal yang demikian.
Alat Ukur Getaran ini dilengkapi dengan meter untuk membaca
amplitudo getaran yang biasanya juga menyediakan sebagian alternatif skala.
Alat ini juga memberikan kabar perihal data spektrum dari getaran yang terjadi,
adalah data amplitudo terhadap frekuensinya, data ini betul-betul bermanfaat
untuk melakukan analitik kerusakan suatu
mesin.
Dalam penerapan Vibration Analyzer ini memerlukan seorang
operator yang cukup mengerti mengenai analitik
getaran.
Shock Pulse Meter
Shock Pulse Meter adalah alat khusus untuk melakukan
monitoring keadaan antifriction bearing yang biasanya sulit terdeteksi dengan
cara analitik getaran konvensional.
Metode kerja dari alat ini adalah mengukur gelombang kejut dampak terjadi gaya
impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah yang menggambarkan
besarnya kerusakan dari bearing hal yang demikian.
Shock Pulse Meter biasanya menerapkan tranduse piezo-electric
yang sudah dijadikan sedemikian rupa sehingga mempunyai frekuensi resonansi
sekitar 32 KHz.
Dengan menerapkan probe hal yang demikian karenanya alat ini
dapat mengurangi dampak getaran terhadap penilaian besarnya impact yang terjadi
pada pemilihan titik ukur pada rumah bearing adalah betul-betul penting sebab
gelombang kejut dikirim dari bearing ke tranduser melewati dinding dari
pelindung bearing, sehingga sinyal hal yang demikian dapat berkurang sebab
terjadi pelemahan pada ketika perjalanan sinyal hal yang demikian.
Berikut sebagian prinsip yang secara lazim dapat digunakan
sebagi tolok ukur dalam menetapkan titik ukur:
- Jejak sinyal antara bearing dengan probe sepatutnya berada sedekat mungkin
- Probe sepatutnya ditempatkan sedekat mungkin dengan daerah beban dari bearing
- Lintasan sinyal sepatutnya terdiri dari satu system mekanis antara bearing dengan pelindung bearing. Sebagai figur, kalau pada pelindung bearing digunakan cover sebagai cara mekanis kedua, karenanya titik ukur tak boleh diambil pada posisi ini
Osciloskop
Osciloskop adalah salah satu alat yang bermanfaat untuk
melengkapi data getaran yang akan dikaji. Sebuah osciloskop dapat memberikan
suatu infromasi mengenai bentuk gelombang dari getaran suatu mesin.
Beberapa kerusakan mesin dapat dikenal dengan melihat bentuk
gelombang getaran yang dijadikan, sebagai figur, kerusakan dampak unbalance
atau misalignment akan menghasilkan bentuk gelombang yang detail, demikian itu
juga kalau terjadi kelonggaran mekanis (mechanical looseness), oil whitl atau
kerusakan pada anti friction bearng dapat menghasilkan gelombang dengan
bentuk-bentuk tertentu.
Alat ini juga dapat memberikan kabar tambahan adalah untuk
mengukur data yang didapatkan dari tranduser non-contact (proximitor). Data ini
dapat memberikan kabar pada kita mengenai posisi dan getaran shaft relatif
terhadap pelindung bearing, biasanya ini digunakan pada mesin-mesin yang besar
dan menerapkan sleeve bearing.
Kecuali itu, dengan menerapkan dual osciloscop (yang
memberikan fasilitas pembacaan vertical maupun horizontal) dan minimal dua
tranduser non-contact pada posisi vertical dan horizontal karenanya kita dapat
menelaah kerusakan suatu mesin untuk diperiksa dari bentuk orbitnya.
Seismograf
Seismograf adalah alat pencatat getaran gempa. Alat ini
terdiri atas benda stasioner, jarum dan pita. Kalau terjadi gempa, massa
stasioner dan jarum akan konsisten dan yang bergerak adalah benda yang berisi
rol pita yang dipanjangkan di tanah. Karena ujung jarum merekat pada rol pita,
karenanya akan tergambar getaran gempa pada pita hal yang demikian kalau
terjadi gempa.
Seismograf Horizontal
Seismograf Horizontal digunakan untuk mencatat getaran bumi
pada arah yang mendatar. Massa stasioner digantun dengan sebuah tali, lalu di
bagian bawah terdapat jarum yang ujungnya meraba rol pita yang selalu berputar
meniru arah jarum jam. Tiang penumpu rol pita terpasang pada tanah. Pada waktu
terjadi gempa, rol pita akan bergerak sedangkan massa stasioner dan jarum akan
konsisten, karenanya terbentuklah goresan pada rol pita hal yang demikian.
Seismograf Vertikal
Seismograf Vertikal digunakan untuk mencatat getaran gempa
vertical. Massa stasioner dibendung oleh sebuah pegas dan sebuah tangkai yang
bersegel. Ujung massa stasioner yang berjarum disentuhkan pada rol pita yang
selalu bergerak meniru arah jarum jam.
Kalau terjadi gempa, karenanya rol pita akan bergerak dan
menyusun seismogram pada rol pita hal yang demikian. Dengan menerapkan
seismograf horizontal dan vertical, getaran gempa bumi keduanya dapat tercatat.
Gambar getaran gempa horizontal akan lebih kelihatan terang
kalau dipasang dua seismograf horizontal. Satu dipasang ke arah utara dan
selatan, yang lainyna ke arah barat dan timur. Jadi untuk menetapkan dari arah
mana gempa hal yang demikian karenanya sepatutnya dipasang tiga seismograf
adalah satu seismograf vertikal dan dua seismograf horizontal.
Itulah penjelasan mengenai Beraneka Tipe Alat Ukur Getaran.
Mengukur getaran betul-betul lah penting untuk faktor keamanan, apalagi dalam
dunia industri.






0 komentar: